3 Strategi Pemasaran Yang Perlu Ditingkatkan Agar Meraih Lebih Banyak Konsumen.

Missing File
Nov
01

Konferensi teknologi terbesar di Asia baru saja digelar di Jakarta tepatnya di Jakarta Convention Center pada tanggal 23 – 24 Oktober.  Selain dari 5000 peserta Startup,Tech in Asia juga dihadiri para Investor, Corporate & Government dan para pengamat teknologi.

Yang menarik dari pagelaran event tersebut, ditemui disela-sela acara, Regional Vice President Netcore Prashant Pramhans membagikan pengalamannya terkait praktik pengembangan pemasaran di Indonesia. Beliau antusias terhadap perkembangan jumlah masyarakat dalam negeri yang terkoneksi dengan internet, yang menurutnya, “Indonesia Berpotensi melebihi India pada tahun 2025.”

Regional Vice President Netcore Prashant Pramhans

Netcore sendiri merupakan penyedia solusi strategi pemasaran untuk para perusahaan dan startup. Perusahaan yang bermarkas di Mumbai, India, ini telah melebarkan sayap ke Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga ke Amerika Serikat.

Setelah mulai beroperasi di Indonesia sejak beberapa tahun lalu, Pramhans berbagi sejumlah tips yang telah ia dapat dari pengalamannya untuk membantu bisnis di Indonesia.

1. Maksimalkan Instagram

Instagram Company Profile 

Media sosial merupakan saluran pemasaran dengan akses yang mudah dan cepat menjangkau para pelanggan. Dari sekian banyak media sosial Pramhans menyatakan Instagram memiliki potensi terbesar pada saat ini di Indonesia.

“Tingkat engagement dan retensi pengguna Instagram paling tinggi ketimbang platform media sosial populer lainnya di Indonesia”.

Ia juga mengamati bahwa respons pengguna terhadap fitur-fitur baru Instagram sangat positif. Sehingga untuk dapat menunjang strategi pemasaran tersebut perusahaan perlu meningkatkan interaksi dengan para pelanggan melalui Instagram.

2. Indonesia lebih menyukai layanan yang personal

Pramhans mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi ketika melebarkan sayap bukanlah kendala komunikasi atau bahasa, tapi perbedaan kultur. Masyarakat di tiap-tiap negara memiliki kebudayaan dan kebiasaan tersendiri, termasuk Indonesia.

“Di beberapa negara, konsumen merasa nyaman menanyakan masalah suatu produk dengan mengunjungi fitur FAQ dalam situs web perusahaan, namun tidak di Indonesia.

Konsumen Indonesia lebih menyukai layanan personal dimana staff costumer service berdiskusi dengan konsumen melalui telepon atau bahkan mendatangi langsung lokasi konsumen untuk memberikan layanan secara langsung.”

Buruknya, tipe masyarakat yang menyukai layanan personal dapat membuat perusahaan kewalahan Tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini, perusahaan memiliki solusi alternatif yang lebih efisien dibanding pelayanan secara langsung.

Beberapa alternatif yang dapat digunakan perusahaan antara lain dengan menerapkan automasi sejumlah aktivitas pemasaran, seperti:

  • Personalisasi konten email untuk para pelanggan
  • Pengiriman pesan-pesan pemasaran melalui berbagai saluran dan metode.
  • Hatbot sebagai alternatif untuk memberikan layanan dengan teknologi yang cukup memberikan kesan personal bagi para pelanggan.

3. Optimalkan Customer Experience

Pramhans menilai salah satu problem pemasaran yang cukup sering ia temukan adalah masalah retensi pelanggan. Tak jarang ia bertemu perusahaan dan startup yang belum memahami langkah-langkah selanjutnya setelah melakukan promosi dan akuisisi konsumen.

“Banyak yang telah membayar mahal promosi di jalur-jalur pemasaran, seperti membuat iklan di Facebook atau Billboard” kata Pramhans. “Mereka terlalu fokus untuk menjangkau sebanyak mungkin calon pelanggan baru, tapi malah kurang memperhatikan konsumen yang telah ada” imbuhnya.

Sering terjadi diskoneksi ketika pengguna mengunjungi situs web atau mencoba produk, pengalaman pengguna tersebut kurang komprehensif, sehingga calon pelanggan terlanjur pergi sebelum merasakan manfaat atau memahami produk yang ditawarkan perusahaan.

Pramhans menekankan banyak cara untuk mengurangi hal tersebut, perusahaan perlu membuat situs web dengan desain yang mudah dipahami, menyediakan saluran-saluran komunikasi yang mudah dicari dan dihubungi, hingga menyinkronkan strategi pemasaran di berbagai media sosial.

Perusahaan perlu melakukan pemasaran yang efektif dengan merancang digital kampanye berdasarkan data dan analisis dari berbagai usaha atau eksperimen yang pernah dilakukan, serta menyusun strategi yang paling tepat dengan kondisi masing-masing.

 

Artikel Asli : Tech in Asia

Diedit oleh : Mega Herdiyanti