Mengenal Peran Blockchain Pada Industri Teknologi Di Indonesia.

Missing File
Dec
07

Jika artikel sebelumnya kita membahas blockchain pada smartphone, tulisan kali ini akan membahas tentang peran blockchain pada sektor keuangan.

Beberapa waktu terakhir istilah blockchain sering terdengar sejak kemunculannya bersama Bitcoin yang merupakan salah satu mata uang digital atau biasa disebut cryptocurrency. Mata uang yang digunakan untuk melakukan transaksi tanpa perantara bank.

Blockchain sendiri merupakan sebuah teknologi yang hadir tahun 2009 diperkenalkan oleh kelompok yang menamakan dirinya Satoshi Nakamoto yang mana awalnya teknologi ini di gunakan untuk mencatat transaksi keuangan dari bitcoin.

Secara sederhana Blockchain adalah struktur data yang tidak dapat dirubah hanya bisa di tambahkan saja. Setiap data dari Blockchain ini saling terhubung dimana kalau ada terjadi perubahan di salah satu block data maka akan berpengaruh terhadap data yang selanjutnya.

Teknologi Blockchain muncul untuk merevolusi teknologi keuangan yang lebih modern dengan sistem kerja yang lebih instan, transparan, dan efisien tanpa perlu bergantung pada server yang tersentralisasi.

Dengan Blockchain, setiap transaksi dari bitcoin di simpan dalam sebuah Open Ledger ( Buku Besar ) yang di distribusikan ke dalam jaringan bitcoin. Setiap Blockchain ini akan di bagikan copy datanya kepada setiap komputer yang terhubung pada jaringan tersebut. Pada setiap penambahan data akan ada pengecekan apakah datanya valid atau tidak yang biasanya proses ini disebut dengan mining atau di kenal dalam istilah lain Proof of work.

Mengenal Cara Kerja Blockchain

Cara Kerja Blockchain

Di balik sifatnya yang terdesentralisasi, Bockchain juga menghadirkan beberapa risiko yang perlu dicermati. Untuk membangun sistem Blockchain sebenarnya juga diperlukan investasi yang tidak sedikit, sehingga perlu dilakukan kajian mendalam soal ROI (Return of Investment)dari penerapannya.

Setidaknya ada lima prinsip kerja Blockchain yang perlu diketahui menurut Harvard Business Review (2017).

Database Terdistribusi. Setiap pihak yang bergabung dengan Blockchain memiliki akses ke seluruh data dan sejarah transaksi lengkap tanpa pengecualian. Ini adalah bentuk transparansi murni dan mengadopsi sistem database ter-desentralisasi. Setiap pihak dapat mem-verifikasi transaksi partner kerjanya secara langsung tanpa middleman.

Transmisi Peer-to-Peer. Komunikasi atau transaksi terjadi antar satu pihak dengan yang lainnya tanpa melalui sebuah nod perantara. Setiap nod mampu menyimpan dan meneruskan informasi ke nod yang lainnya.

Transparansi tanpa Pseudonimitas (identitas palsu). Setiap nod atau pengguna dalam Blockchain memiliki alamat yang berisi 30 karakter alfanumerik atau lebih untuk tanda identifikasi pengguna (semacam id username). Pengguna dapat memilih untuk tetap menyembunyikan nama aslinya ataupun memunculkannya ketika melakukan transaksi.

Catatan yang irreversible. Jika transaksi telah tercatat dalam database, catatan itu tidak dapat diubah karena sistem Blockchain memiliki sistem pengaman yang bernama cryptography. Sistem ini dilengkapi berbagai algoritma yang membuat semua transaksi sudah tersusun secara urutan kronologi dan dapat diakses semua. Jika ingin mengubah data satu transaksi, maka seluruh data harus dihapuskan dan memulai semua dari awal.

Logika Komputasional. Blockchain dapat diprogram secara khusus sehingga transaksi dapat otomatis dilakukan ketika sebuah kriteria telah dipenuhi. Sebagai contoh, perusahaan dapat memprogram akun Blockchain mereka untuk melakukan pembayaran otomatis procurement raw material ketika truk pembawa material tersebut telah memasuki HQ perusahaan itu.

Manfaat penggunaan Blockchain:

Tampilan Bitcoin

Melacak dan menyimpan data

Blockchain menyimpan informasi dalam batch, yang disebut blok. Jika pengguna membuat perubahan pada data mereka maka otomatis disimpan dalam block baru yang menunjukkan bahwa data X berubah menjadi Y pada tanggal dan waktu itu juga.

Tidak seperti metode pencatatan file database lainnya, blockchain di rancang untuk terdesentralisasi dan di distribusikan ke seluruh jaringan besar komputer, desentralisasi informasi inilah mengurangi resiko kejahatan dan penipuan.

Kombinasi algoritma yang rumit dan berbagai macam verifikasi, memastikan bahwa informasi yang ada di setiap blok, bertukar informasi dengan data lainnya secara real time

Tidak adanya perantara

Umumnya pada setiap transaksi keuangan masyarakat memerlukan pihak ketiga yang menjembatani proses tersebut, misal bank atau paypal. Dengan proses tersebut masyarakat memerlukan waktu dan biaya yang banyak apalagi jika mentransfer dana keluar negeri. Dengan blockchain transaksi antara pengirim dan penerima bisa dilakukan tanpa perantara, dalam waktu lebih singkat, biaya lebih murah, dan bahkan jauh lebih aman ketimbang transaksi yang ditawarkan bank atau institusi keuangan lainnya.

Implementasi Blockchain Di Indonesia

Untuk mendukung adanya Blockchain di Indonesia, ada regulasi yang perlu diperhatikan. Bank Indonesia selaku regulator merasa belum tepat mengimplementasikan Blockchain dan organisasi Kamar Dagang Indonesia (KADIN) masih merumuskan program penyelarasan perkembangan Blockchain dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Menurut pendapat Ettienne Reinecke, CTO Dimension Data Group penerapan Blockchain dirasa cukup visioner dengan perkembangan digital, upaya ini ntuk mendukung bisnis Internet of Things (IoT). Dalam IoT platform akan berjalan secara real-time dan Log yang dihasilkan akan sangat banyak.  Hal ini akan menguntungkan pebisnis.

Untuk di Indonesia tidak hanya fintech yang dapat mengoptimalkan Blockchain melainkan ada beberapa sektor yang dapat mengimplementasikan, diantaranya seperti pemerintahan, supply chain, kesehatan, saham dan perbankan.

Seiring dengan perkembangan jagat digital, cryptocurreny di masa depan telah menjadi proposisi yang semakin menarik di pasar dan mungkin tidak memiliki infrastruktur perbankan tradisional.


Sumber : Evan Fabio, Wikipedia