Strategi Pemasaran B2C vs B2B, Temukan Pasar Bisnis Anda!.

Missing File
Sep
19

Ketika Anda memulai bisnis baru untuk pertama kalinya, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah siapa target pasar atau calon konsumen anda nantinya.

Untuk menjalin kedekatan dengan target konsumen Anda, Anda memerlukan strategi bisnis yang efektif agar Anda dan calon konsumen Anda menciptakan koneksi emosional yang berkesan sehingga semua proses transaksi jual beli semakin lancar dan hubungan Anda dengan konsumen kedepannya terjalin dengan baik. Strategi pemasaran dikenal dengan strategi pemasaran B2C vs B2B.

Dilansir dari Blogpenulis.id Business to business atau B2B adalah transaksi yang dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya. B2B merupakan penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh bisnis tersebut dan diperuntukkan untuk bisnis lain, bukan kepada customer. Kebalikan dari B2B, business to customer atau B2C adalah bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Dengan kata lain, bisnis yang Anda lakukan berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya.

  • Apakah Anda Bisnis B2B, atau B2C?

Pada intinya, perbedaan antara pemasaran B2B dan B2C adalah individu yang Anda tuju saat melakukan pemasaran ataupun berinteraksi melalui media sosial, blog, podcast, dan video. Jika Anda adalah merek B2B, maka Anda harus fokus pada pengembangan hubungan jangka panjang dengan perusahaan lain berdasarkan nilai timbal balik.  Atau, jika Anda adalah perusahaan B2C, maka Anda akan mengembangkan koneksi emosional dengan konsumen melalui pengalaman yang menarik dan interaksi yang unik.

  • Perbedaan Utama Pemasaran B2C vs B2B

Berikut adalah beberapa perbedaan utama yang harus Anda ketahui tentang pemasaran B2B vs B2C untuk membantu Anda merencanakan strategi bisnis Anda:

Photo by Campaign Creators on Unsplash

1. Jangka Pendek Vs Hubungan Jangka Panjang

Setelah membaca penjelasan tadi dan menentukan apakah bisnis Anda termasuk dan B2B atau B2C maka Anda dapat mementukan hubungan seperti apakah yang akan Anda bangun dengan target pelanggan Anda. Pada merek B2C hubungan yang dijalin ialah hubungan jangka pendek dengan konsumen berdasarkan loyalitas dengan perusahaan berdasarkan kebutuhan mereka, sedangkan konsumen B2B jauh lebih bergantung pada koneksi jangka pangjang yang langgeng untuk menciptakan keuntunga. Misalnya, kontrak berulang dalam penggunakan barang ataupun jasa perusahaan.

2. Menghibur atau Mendidik

Pada dasarnya merek B2B dan B2C sama dalam membuat strategi pemasaran termasuk didalamnya pembuatan konten yang ingin disampaikan. Namun, jenis konten yang Anda buat akan sangat bergantung pada target pelanggan Anda. Sebagai contoh, pelanggan B2B mencari informasi yang berhubungan dengan pengetahuan biasanya perusahaan melakukan pendekatan dengan postingan blog yang sesuai dengan visi atau tagline perusahaan yang akan mempengaruhi konsumen untuk membuat keputusan pembelian atau kerja sama. Lain halnya dengan merek B2C biasanya target konsumen untuk B2C mencari hiburan, video sederhana dan konten yang dapat mereka bagikan dengan teman di media sosial yang bersifat menghibur.

3. Pembahasan yang Singkat dan Pembahasan Mendalam

Pola tingkah laku konsumen untuk B2B dan B2C memiliki perbedaan yang signifikan. Pemasaran B2C singkat, berfokus pada nilai, dan langsung pada intinya, konsumen B2C tidak ingin membuang waktu untuk memahami mengapa mereka harus membeli sesuatu. Sedangkan B2B bisa lebih mendalam karena pembeli B2B bersedia melakukan penelitian terlebih dahulu, membaca artikel panjang, dan melacak informasi penting tentang perusahaan maupun produk perusahaan tersebut sebelum menjalin kerja sama atau membeli produk dalam jangka waktu yang lama.

Photo by Austin Distel on Unsplash

4. Simple Vs Customizable

Pendekatan dalam upaya pemasaran sebuah produk dan jasa merek B2B terkesan lebih formal untuk memastikan bahwa perusahaan yang dituju mendapatkan nilai yang tepat untuk perusahaan mereka. Sedangkan pada B2C Teknik pemasaran lebih simple dan dapat disesuaikan sesuai dengan personality konsumen yang akan dituju berkaitan dengan motivasi bisnis Anda sebelumnya. 


  • Strategi yang Tepat untuk Kampanye Pemasaran Anda

Pemasaran yang hebat adalah tentang menemukan strategi yang paling tepat dan cocok untuk bisnis Anda dan target pelanggan Anda. Semakin banyak Anda belajar tentang calon pelanggan Anda, terlepas dari apakah mereka klien B2B atau B2C, semakin Anda akan dapat membangun dialog digital sehat yang memberikan keuntungan lebih besar terhadap perusahaan Anda.

Untuk merancang strategi pemasaran terbaik, Anda harus meneliti pasar Anda, menganalisis pesaing Anda, dan membuat persuasi yang baik terhadap calon konsumen Anda.

  1. Tentukan Tujuan Pemasaran

Sebelum memulai bisis Anda atau saat pertama kali Anda menjalankan bisnis Anda, telitilah terlebih dahulu pasar Anda. Apakah termasuk kedalam merek B2B atau B2C sehingga Anda dapat menentukan tujuan pemasaran anda ke arah mana dan melihat bagaimana keadaan calon pelanggan Anda. Lalu setelah itu Anda dapat melakukan pendekatan dengan calon pelanggan Anda sesuai dengan merek bisnis Anda.

2. Buat Strategi Pemasaran yang Efektif

Salah satu yang dapat Anda lakukan saat ingin membuat strategi pemasaran ialah menganalisis pesaing Anda. Carilah apa saja kekurangan-kekuarangan dari pesaing bisnis Anda kemudian jadikan itu sebagai motivasi Anda. Tidak menutup kemungkinan, saat pesaing bisnis Anda tidak berhasil melakukan hal tersebut sehingga menjadi kekurangannya, justru Anda berpeluang untuk unggul dan perusahaan Anda mampu melakukan sebaliknya.

3. Create Konten yang Baik dan Menarik

Pengetahuan keadaan calon pelanggan Anda sangatlah penting. Tanpa mengetahui keadaan calon pelanggan Anda, Anda tidak mampu menyesuaikan dengan peluang bisnis Anda kedepannya.

“Anda belajar lebih banyak ketika bertemu dan bicara sehari dengan pelanggan Anda daripada rapat bertukar pikiran selama seminggu, mengamati kompetitor selama sebulan, atau meriset pasar selama setahun.” -Aaron Levie

Photo by Kaleidico on Unsplash

Salah satunya melalui pembuatan konten, konten yang baik ialah konten yang memilki pendekatan emosial yang tepat dengan target yang dituju, sehingga pelanggan memiliki keterikatan psikologi dengan Anda dalam hal ini perusahaan Anda. Setelah hal itu berhasil selanjutnya Anda dapat membuat persuasi yang baik terhadap calon konsumen Anda tentang visi dan misi perusahaan Anda ataupun bentuk pemasaran bisnis Anda.




Source: Medium.com

Content Writer: Dewi Reski Yusria

Editor: Vincent  Aditya