Tips Pitching Agar Dilirik Calon Investor.

Missing File
Jun
21

Perkembangan teknologi digital yang super cepat saat ini membuka peluang bisnis startup digandrungi oleh para penggiat dunia digital. Solusi inovatif berlomba dihadirkan guna memudahkan aktivitas masyarakat. Akan tetapi seiring berkembangnya produk membuat beberapa perusahaan rintisan mengalami kesulitan untuk mencari pendanaan awal agar produk bisa terus dikembangkan.

Beberapa kasus ditemukan bahwa tidak adanya pendanaan pada startup awal biasanya karena kesalahan pitching kepada investor. Pitching merupakan proses mempresentasikan ide produk atau protitipe awal kepada investor untuk mendapatkan bantuan pendaan awal dari investor. Ketika kamu mempresentasikan ide atau produk pada investor yang telah berpengalaman, mungkin kamu akan merasa kesulitan untuk meyakinkan investor-investor tersebut. Ketika mengetahui bahwa proses pitching bisa jadi penentu kesuksesan atau kegagalan, tak heran jika banyak orang mempelajari teknik pitching yang efektif.

Sebagai seorang founder startup tahap awal, tentunya ide tersebut kalian ingin presentasikan di depan para investor dan partner potensial. Namun yang harus kalian lakukan adalah terlihat paling unggul di antara peserta lain untuk menarik perhatian mereka.

Nah untuk kalian yang ingin melakukan pitching, kami memberikan saran yang telah dikutip dari Tech in Asia tentang bagaimana caranya agar kalian telihat berbeda dari peserta lainnya dan memenangkan pitching tersebut. Berikut ini tipsnya !

  • Temukan pesan kunci yang ingin kamu sampaikan

Apa ide utama dari presentasi kamu? Apa yang kamu inginkan orang lakukan pada akhirnya?

Sumber gambar : Unsplash

Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang harus diperhatikan oleh kalian sebelum melakukan pitching, salah satu Co-founder dan CEO StaffAny Janson Seah, mengatakan

“Mulailah dengan lembar kosong, ikuti apa yang kamu ingin para audiens ketahui, dan fokus dengan hal itu,” sarannya. “Temukan pesan utama dari kegiatan pitching ini dan mulai bangun pesan dari situ.”

Seah menambahkan bahwa dengan mengumpulkan masukan dari rekan-rekan sesama founder, mentor, dan anggota tim membentuk isi presentasi StaffAny dalam minggu-minggu menjelang demo. Hal ini membantunya memahami bagaimana para investor akan menerima pesan pitching dan bagaimana ia dapat membuat mereka memahami pesan yang dimaksud dengan lebih baik.

  • Buatlah audiens terpikat

Sumber gambar : Unsplash

Apa yang ada di saku saya adalah benda klasik yang mungkin digunakan nenek saya. Benda tersebut diberi nama kartu Punch, dan benda ini masih ada di Singapura hingga hari ini,” ujar Seah pada menit-menit pembukaan sesi pitching.

Langkah ini secara efektif dapat menarik perhatian audiens, dan Seah berpendapat kuncinya adalah penggunaan alat bantu visual efektif ditambah dengan analogi yang bisa diterima.

Hal ini juga pernah dilakukan oleh Scofield Li, direktur eksekutif dari startup proptech Homeday, yang menggunakan teknologi virtual reality untuk memungkinkan penyewa dari luar negeri melihat rumah dari jarak jauh sebelum pindah ke Singapura, menggunakan taktik yang sedikit berbeda untuk memikat audiens selama sesi pitching pada hari demo acara The Start. Dia menempatkan audiens pada posisi seekor burung yang terbang ke dalam rumah melalui jendela, sebelum video di layar beralih untuk menunjukkan rekreasi virtual 3D dari interior rumah. Langkah tersebut membuat para audiens kagum dan memberikan perhatian penuh terhadapap presentasi Li selama sesi pitching.

  • Bicaralah dengan penuh semangat

Sumber gambar : Unsplash

Aspek lainnya dari sesi pitching Li yang membuatnya bersinar adalah semangat yang ditunjukkan ketika berbicara. Bahkan pada sesi latihan beberapa jam sebelum sesi demo, beberapa peserta menghentikan apa yang mereka lakukan untuk mendengarkannya. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel mereka untuk merekamnya.

Menurut Li, rahasianya sederhana: sepenuhnya percaya dengan solusi yang kamu tawarkan. Kamu harus benar-benar bersemangat dengan solusi yang kamu tawarkan sebelum membawa dampak pada orang lain,” tuturnya.

Li menambahkan bahwa ia mengamati dengan cermat cara dosen-dosennya mengajar di kelas, dan bahkan cara para pembicara ikonik seperti Steve Jobs menjelaskan ide-ide mereka. Dia belajar dari cara mereka mengartikulasikan diri, dan menerapkan pelajaran tersebut ke caranya melakukan pitching.

  • Jangan melebih-lebihkan isi pesan selama pitching

Sumber gambar : Unsplash

Sesi pitching memang didesain untuk memberi kesan. Namun, para penyaji juga harus berhat-hati agar tidak berlebihan “berjualan”.

Salah seorang direktur teknologi digital di Temasek Sang Shin juga mengatakan “Intinya adalah kamu ingin terlihat orisinal,” jelasnya. “Momen ketika keaslian tersebut hilang, faktor kepercayaan juga akan lenyap dan sesi pitching akan berlangsung buruk.”

Ia menekankan: “Kamu harus jujur tentang apa yang dapat kamu capai, termasuk hambatan apa yang menghalangi kamu dan menemukan solusi untuk menghadapinya. Dengan menunjukkan hal itu, kamu akan menciptakan zona nyaman di diri para investor dan audiens bahwa kamu adalah seseorang yang dapat mengatasi tantangan dalam bentuk atau mode apa pun.”


Sumber Artikel : Tech in Asia

Editor : Mega Herdianti